LEGENDA DESA PESURUHAN

Tersebutlah suatu daerah dataran rendah yang ditumbuhi semak belukar dan Pohon Nipah (Daon = Jawa). Suatu hari datanglah tiga orang pengembara yaitu:  Sura Menggala, Pandi, dan Ragil Karsinah.Sura Menggala sering memanggil Ragil Karsinah dengan sebutan Kemuning dikisahkan Ragil Karsinah suka memakai Pakaian ( nyampingan ) berwarna Kuning. Mereka hidup rukun, Gotong royong, bahu membahu membabat semak belukar untuk dicetak menjadi sawah dan ladang. Suatu hari Suramenggala membabat semak belukar ke arah timur hingga bertemu dengan Sura Pawira (masih saudara tuanya) yang saat itu juga sedang membabat semak belukar dari arah timur.Diriwayatkan oleh Juru kunci Desa Pesuruhan (Mbah Parto sukarto), mereka berselisih paham tentang batas tanah. Akhirnya mereka sepakat melakukan Adu Gemek (burung Puyuh). Yang menang nanti berhak menentukan Batas tanahnya dimana. Dikisahkan Gemek Suramenggala kalah sehingga Sura Pawira menentukan batas wilayahnya dengan cara  membakar semak belukar. Sejauh mana abu pembakaran itu jatuh itulah batas wilayah Sura Pawira.      ( Hingga sekarang tanah sawah Desa Weton Kulon Sangat Dekat permukiman Desa Pesuruhan).

Sura Menggala dan kawan – kawan sangat gigih mengolah lahan pertanian sehingga mereka mendapatkan panen yang berlimpah. Mereka betah tinggal di daerah tersebut.Akhirnya mereka sepakat untuk menetap di daerah tersebut.         Sura Menggala mengatakan pada kawan – kawan nya, inilah  TEMPAT TUJUAN kita selama ini, mbesuk nek ono rejaning jaman papan iki tak wenehi tenger PASURUAN (PESURUHAN = sekarang).Artinya besok kalau ada Zaman Kemajuan tempat ini saya beri nama PASURUAN / PESURUHAN.

 

Sumber : RPJM Desa Tahun 2011-2015

Ditulis Oleh :Pemdes Pesuruhan
Pada : 30 April 2014 17:20:39 WIB

Komentar Artikel Terkait

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar