Satu Januari adalah tahun baru Masehi yang dirayakan seluruh masyarakat dunia. Ada pesta kembang api, ada liburan ke tempat wisata dan lain-lain. Begitu juga ketika menjelang Tahun Baru Jawa, tentunya masyarakat Jawapun ingin mempunyai harapan-harapan yang lebih baik di tahun baru yang akan datang dan tentunya juga melakukan introspeksi terhadap tindakan di masa silam. Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan bulan Suro, baik menjelang maupun selama bulan Suro jelas tidak terlepas dari introspeksi dan harapan-harapan itu. Namun dalam perkembangannyapun bisa saja mengalami pergeseran persepsi.

Dalam agama Islam bulan Suro adalah bulan Muharom yang di peringati sebagai awal tahun di bulan Hijiriyah. Islam mengajarkan umatnya agar hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. 

Desa Pesuruhan adalah salah satu desa yang masih menjaga adat dan kebudayaan nenek moyang dari turun temurun. Kebudayaan itu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Alloh Tuhan Semesta Alam bahwa pada sampai tahun baru mereka masih di beri kelancaran dan berdo'a semoga tahun depan lebih baik tanpa ada musibah dan bencana. Ungkapan syukur itu diwujudkan dengan selamatan bersama yang masyarakat setempat menamakannya dengan nama "kenduren". Selain itu masyarakat juga mengadakan pagelaran wayang kulit sebagai budaya peninggalan Sunan Kalijaga.

Ditulis Oleh :Redaksi
Pada : 10 Mei 2014 15:50:48 WIB

Komentar Artikel Terkait


11 Mei 2014 17:24:52 WIB

Berkata, ya...saya setuju

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar